Cara Membuat Skenario Film Fiksi

Hay sob. apa kabar kalian pade ? baik2 aja ye. karena ane berlatar belakang anak yang pernah sekolah di jurusan broadcasting, kali ini ane akan membahas yang berhubungan dengan perfilman karena sekarang eranya dunia film. film udah menjadi hal yang terus-terusan menjadi pusat perhatian, ya kerena banyak motivasi hidup dan pengajaran-pengajaran hidup dan banyak lagi yang bisa diambil dari film. termasuk bisa pacaran pas nonton bioskop. jiahaahahaha, hanya gimmick gaess..
Dan semua film yang bagus, pasti punya cerita yang bagus. Nah pada film tu cerita yang akan di bikin jadi film dituangin dulu jadi skenario. Trus skenario yang udah dibuat secara rapi bakal jadi pedoman bekerja buat semua kru film.
Buat sobat-sobat blogger yang pengen buat film tapi masih bingung gimana caranya bikin skenakrio, kali ini ane bakal berbagi tentang gimana cara bikin skenario yang baik.
Oke, kencangkan sabuk pengaman sobat karena kita akan segera meluncur.
ada 6 tahapan yang harus sobat pada yang musti sobat lewatin, (jiah udah kaya napak tilas aja) :
1. Ide cerita
Cerita tidak akan tercipta tanpa sebuah ide. Ide cerita yang ada dalam imajinasimu sebaiknya langsung tuangkan dalam bentuk tulisan. Contoh ide cerita misalnya tentang sepasang kekasih yang sama-sama selingkuh karena tidak puas dengan pasangannya.

2. Merumuskan Skenario
Dalam langkah kedua ini, kamu harus membuat kerangka dari ide cerita yang sudah kamu dapatkan. Kerangka nantinya akan membantumu memetakan jalan cerita agar ceritamu tidak ‘glambyar’.

3. Menyusun Plot
Penyusunan plot yang merupakan alur cerita sangat diperlukan dalam menulis Skenario film. Struktur plot pada umunya terdiri dari 3 (tiga) babak yaitu set up atau awal konflik, confrontation atau komplikasi masalah, dan resolution atau penyelesaian masalah.

4. Setting dan Penokohan
Menentukan setting sebuah film harus kamu lakukan secara detail, agar mempermudah proses syuting (peralatan menggambil gambar). Begitu juga dalam penokohan, jelaskan secara rinci karakter setiap tokoh yang ada dalam ceritamu.

5. Sasaran
Penting bagimu untuk menentukan segmentasi dari film yang akan dibuat. Apakah film ini ditujukan untuk anak-anak, dewasa, keluarga, atau remaja.

6. Pesan
filmyang baik adalah film yang memberikan sebuah pesan moral bagi yang menontonnya.
Setelah melalui enam tahapan diatas, sobat juga harus memperhatikan bagian-bagian yang ada dalam Skenario film. Suatu Skenario film terdiri dari enam bagian, yaitu:

  • Title Page, adalah judul yang akan dijadikan pedoman pertama bagi seorang produser untuk menilai apakah pembuat Skenario itu seorang profesional atau hanya amatiran.
  • Scene Heading, merupakan sebuah petunjuk dimulainya suatu Skenario. Kata yang digunakan yaitu “EXT. — ” (cerita berlangsung di luar ruangan) dan “INT. — (cerita berlangsung di dalam ruangan). Kemudian diikuti nama sebuah tempat yang harus ditulis dengan huruf kapital.
  • Action, biasanya ditulis 2 baris dibawah Scene Heading. Action adalah gambaran yang menceritakan apapun yang akan terlihat dalam adegan film dan selalu pada keadaan sekarang ( Present Time ).
  • Dialogue, merupakan segala sesuatu yang dibicarakan oleh tokoh atau karakter.
  • Parenthetical, adalah keterangan yang menjelaskan segala sesuatu yang dilakukan oleh karakter atau tokoh.
  • Transition, sebuah deskripsi pendek untuk menjelaskan bahwa cerita berpindah dari scene ke scene lain. Diantaranya adalah: CUT TO, DISSOLVE TO, INTERCUT WITH atau INTERCUT BETWEEN. Sedangkan pada akhir cerita biasanya FADE OUT, IRIS OUT, dll.

     Banyak contoh skenario film yang bisa sobat jadikan sebagai referensi. Berbicara engenai skenario, sepertinya yang satu ini menjadi hal yang sangat penting dalam proses produksi film. Apapun filmnya, mulai dari dokumenter, film pendek, film animasi, film komedi, film romance dan film horor (YANG KAYA KFC[PAHA DADA PAHA DADA]) tentu memerlukan skenario. Bisa jadi saat skenario sudah rampung dibentuk, maka otomatis sebuah film telah dibuat versi tulisannya. Skenario yang buruk tak akan mungkin menciptakan film yang baik. Namun, dengan kematangan skenario yang dibuat, akan lebih memungkinkan menghasilkan film yang baik pula. Ada beberapa point penting sebelum menciptakan sebuah skenario. Kamu harus tahu dulu bagaimana cerita dasar sebuah film, karakter yang bermain dalam film tersebut, hingga lokasi di mana adegan dibuat. Nah, mengenai skenario, kira-kira seperti apa sih contoh format skenario film?
a. Judul Scene
Biasanya film terbuat dari beberapa scene yang menampilakan beberapa adegang dan latar. Keterangan latar atau tempat menandakan di mana adegang dibuat. Nbiasanya istilah EXT digunakan untuk keterangan adegan dalam ruangan, sedangkan INT untuk adegang di dalam ruangan. Umumnya, format penulisan menggunakan font Times New Roman, 12 pt, Capital, Bold, dan Underline. Contoh:
1.      INT. RUMAH RANI (DI PERUMAHAN MEWAH) – SORE.
2.      EXT. PASAR TRADISIONAL – MALAM.
b. Nama Pemeran
Sebenarnya, format skenario internasional dalam penulisan nama tidak umum dituliskan. Namun, di Indonesia ada beberapa penulis skenario menganggap menuliskan nama penting dan berada tepat di bawah judul scene. Umumnya menggunakan Times New Riman, 10 ot, Capital. Contoh:
INT. RUMAH RANI (DI PERUMAHAN MEWAH) – SORE.
RANI, PEMILIK RUMAH
c. Deskripsi Visual
Deskripsi mengenai keterangan suasana, tempat kejadian, dan peristiwa yang ada dalam scene tersebut, deskripsi ini yang akan diterjemahkan sutradara dalam menghasilkan visualnya. Contoh:
“Madrim memanggul sebuah karung, berjalan melintas depan warung nasi. Langkahnya cenderung cepat khas kuli yang sedang memanggul barang. Si Pemilik Warung (merangkap rentenir), pria bertampang okem, menegurnya. Sementara pelayan perempuan berkulit gelap dan bertampang sangat dusun (padahal sebetulnya manis), ialah keponakan si Pemilik Warung bernama naryati, melayani para tamu warung sambil sesekali memandang iba pada Madrim.”
d. Tokoh Dialog
Bagian ini hanya menerangkan NAMA dari tokoh (karakter) yang sedang mengeluarkan vokal, baik dialog maupun monolog. Umumnya dituliskan di tengah, Times New Roman, 12 pt, Capital, dan Bold.
e. Beat
Beat atau irama dalam skenario film merupakan istilah yang digunakan untuk mengetahui emosi tokoh di mana nantinya akan terlihat dalam bentuk ekspresi. Beat inilah yang menjadikan dialog yang diucapkan dan laku menjadi sinkron hingga memiliki arti dan motivasi. Beat ditulis dalam tanda kurung (…), huruf kecil, letaknya di bawah posisi tokoh dialog, dan bisa juga diselipkan di antara kalimat dialog, Times New Roman, dan 12 pt.
f. Dialog
Seperti yang sudah kamu ketahui bahwa dialog berisi kata-kata yang diucapkan tokoh. Format penulisan dialog adalah Times New Roman, 12 pt, huruf kecil, posisi agak ke tengah di bawah nama Tokoh. Ada beberapa hal saat menyusun format dialog, yaitu.
·         Siapa yang berdialog.
·         Dengan siapa dia berdialog.
·        Apa latar belakang tokoh tersebut. Misalnya  ia lulusan apa, berasal dari budaya mana, usianya berapa, dan lainnya.
·         Di mana terjadinya dialog tersebut.
·         Bagaimana suasana hati tokoh yang berdialog.
·         Apa tujuan dialog tersebut, apakah permohonan, ancaman, dan sebagainya.
g. Transisi
Seperti yang sudah dikatakan bahwa film terdiri dari beberapa scene. Nah, transisi dalam skneario berfungsi nuntuk peralihan dari scene datu ke scne lainnya. Biasanya dipakai istilah CUT TO, FADE OUT- FADE IN, DISSOLVE TO. Tujuan transisi selain sebagai pengait antar scene, dari ending scene menuju scene berikutnya, transisi bisa juga untuk memaknai adegan tertentu, misalnya mimpi dengan menggunakan DISSOLVE TO, atau melamun/membayangkan sesuatu dengan menggunakan transisi lainnya yang sesuai.

Nah, ada beberapa istilah dalam skenario yang harus kamu tahu.

1.    BCU (BIG CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang sangat dekat. Biasanya, untuk gambar-gambar kecil agar lebih jelas dan detail, seperti anting tokoh.
2.    CU (CLOSE UP): Pengambilan gambar dengan jarak yang cukup dekat. Biasanya, untuk menegaskan detail sesuatu seperti ekspresi tokoh yang penting, seperti senyum manis atau lirikan mata. Tokoh biasanya muncul gambar wajah saja.
3.    COMMERCIAL BREAK: Jeda iklan. Penulis skenario harus memperhitungkan jeda ini, dengan memberi kejutan atau suspense agar penonton tetap menunggu adegan berikutnya.
4.    CREDIT TITLE: Penayangan nama tim kreatif dan orang yang terlibat dalam sebuah produksi
5.    CUT BACK TO: Transisi perpindahan dalam waktu yang cepat untuk kembali ke tempat sebelumnya. Jadi, ada satu kejadian di satu tempat, lalu berpindah ke tempat lain, dan kembali ke tempat semula.
6.    CUT TO: Perpindahan untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi bersamaan, tetapi di tempat yang berbeda atau kelanjutan adegan di hari yang sama.
7.    DISSOLVE TO: Perpindahan dengan gambar yang semakin lama semakin kabur sebelum berpindah ke adegan berikutnya.
8.    ESTABLISHING SHOT: Pengambilan gambar secara keseluruhan, biasa disingkat ESTABLISH saja.
9.    EXT.(EXTERIOR): Menunjukan tempat pengambilan gambar diluar ruangan
10.    FADE OUT: Perpindahan gambar dari terang ke gelap secara perlahan.
11.    FADE IN: Perpindahan gambar dari gelap ke terang secara perlahan.
12.    FLASHBACK: Ulangan atau kilas balik peristiwa. Biasanya, gambarnya dibedakan dengan gambar tayangan sekarang.
13.    FLASHES: Penggambaran sesuatu yang belum terjadi dalam waktu cepat; contohnya: orang melamun.
14.    FREEZE: Aksi pada posisi terakhir. Harus diambil adegan yang terjadi pada tokoh utama dan dapat membuat penonton penasaran sehingga membuat penonton bersedia menunggu kelanjutannya.
15.    INSERT: Sisipan adegan pendek, tetapi penting di dalam satu scene.
16.    INTERCUT: Perpindahan dengan cepat dari satu adegan ke adegan lain yang berbeda dalam satu kesatuan cerita.
17.    INT. (INTERIOR): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.
18.    LS (LONG SHOT): Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang terlihat secara keseluruhan.
19.    MAIN TITLE: Judul cerita pada sinetron atau film.
20.    MONTAGE: Beberapa gambar yang menunjukkan adegan berurutan dan mengalir. Bisa juga menunjukkan beberapa lokasi yang berbeda, tetapi merupakan satu rangkaian cerita.
21.    OS (ONLY SOUND): Suara orang yang terdengar dari tempat lain; berbeda tempat dengan tokoh yang mendengarnya.
22.    PAUSE: Jeda sejenak dalam dialog, untuk memberi intonasi ataupun nada dialog.
23.    POV (POINT OF VIEW): Sudut pandang satu atau beberapa tokoh terhadap sesuatu yang memegang peranan penting untuk tokoh yang bersangkutan.
24.    SCENE: Berarti adegan atau bagian terkecil dari sebuah cerita.
25.    SLOW MOTION: Gerakan yang lebih lambat dari biasanya. Untuk menunjukkan hal yang dramatis.
26.    SFX (SOUND EFFECT): Untuk suara yang dihasilkan di luar suara manusia dan ilustrasi musik. Misalnya, suara telepon berdering, bel sekolah, dll.
27.    SPLIT SCREEN: Adegan berbeda yang muncul pada satu frame atau layar.
28.    TEASER: Adegan gebrakan di awal cerita untuk memancing rasa penasaran penonton agar terus mengikuti cerita.
29.    VO (VOICE OVER): Orang yang berbicara dalam hati. Suara yang terdengar dari pelakon namun bibir tidak bergerak

 
     Tadi teori sob, sekarang ane kasih contoh real Skenario yang berdurasi kira kira 15 menit buatan ane. film lagi digarap, tunggu ya hasilnya. bakal saya post disini.
Joko Dan Bowo

Scene 1. EXT. Jalan Raya - Pagi Hari.
Cast : Anak 1 Dan Anak 2.
            PAGI ITU SUASANA JALAN SANGAT RAMAI, BANYAK MOBIL DAN MOTOR BERLALU LALANG, DI TENGAH KERAMAIAN TERSEBUT ADA 2 ORANG ANAK LAKI-LAKI YANG BERPAKAIAN LUSUH SEDANG DUDUK DI TUROTOAR, SATU DI ANTARANYA SEDANG MEMBUKA BUKU.
            001 Anak 1     : (Membuka buku) eh eh eh……. Liat nih gambarnya bagus-bagus.
            002 Anak 2     : Alah kamu taunya gambarnya aja, coba certain apa isinya!
            003 Anak 1     : Udah….. dikira-kira aja ceritanya dari gambar nya.
Fade Out
Scene 2. INT. kamar Joko - Pagi Hari.
Cast : Joko.
            SUARA HAND PHONE YANG BORDERING MEMBANGUNKAN JOKO YANG SEDANG TIDUR, DENGAN BERTELANJANG DADA. IA PUN SEGERA MENGAMBIL HAND PHONE NYA, SETELAH PEMBICARAAN SELESAI, IA SEGERA BANGKIT MENCARI KAOS DI KAMARNYA YANG BERANTAKAN, SETELAH MENDAPATKANNYA  IA MEMAKAI KAOS DAN BERGEGAS PERGI.
Cut To
Scene 3. EXT. Tempat Nongkrong Bowo - Pagi Hari.
Cast : Bowo Dan Teman-temannya.
BOWO DAN TEMAN-TEMANNYA SEDANG ASIK NONGKRONG DI TEMPAT BIASANYA. MEREKA ASIK BERCANDA RIA MAIN GITAR DAN MENYANYIKAN LAGU PESAWAT TEMPUR MILIK IWAN FALS.
            004 Bowo       : Minta duit kok sama penguasa, Minta tu sama bapak emak.
            005 Pemuda 1 : Iya…. wo ya, kan kayaan kita, lha wong kita yang gaji mereka.
            Pemuda tadi pun berteriak, selang beberapa saat joko datang dan menghampiri mereka.
            006 Pemuda 2 : Wahh…… Joko. Baru keliatan ko!
007 Joko          : Iya nih sibuk soal nya (Berbisik ke Bowo) Ada barang nih wo, Tempat biasa.
008 Bowo       :  Oke, bagus. Saatnya kita beraksi (bangkit dari tempat duduknya) eh kita duluan ya . ada tugas Cuy.
009 Pemuda 2 : Ah…… Tugas apaan,? Paling juga makanin ayam.
JOKO DAN BOWO TAK MENGGUBRIS UCAPAN TEMAN-TEMANNYA TADI DAN SEGERA MENINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT.
Cut To

Selengkapnya bisa dibaca di contoh skenario film fiksi

Sekian dulu sob postingan ane. moga bermanfaat. Terakhir TETAPLAH SADAR !

Artikel Terkait

Maaf

Artikel menarik lainnya yang berkaitan dengan artikel di atas tidak bisa ditampilkan karena adblock kamu aktif. Untuk melihatnya kamu perlu mematikan adblock, kemudian refresh halaman ini :)

Thank you!

×

0 komentar